GAS 3 KG LANGKA MEMAKAN KORBAN
warga Pamulang, usai membeli gas elpiji 3 kg mendapatkan perhatian luas dari masyarakat dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel).
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyampaikan rasa duka mendalam dan langsung melakukan takziah ke rumah duka.
"Atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan, kami menyampaikan langsung arahan dari Pak Wali Kota untuk turut berduka cita. Ini menjadi perhatian kita semua," ujar Pilar saat melayat, Selasa (4/2).
Terkait kronologi kejadian, Pilar menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan dan memastikan bahwa tidak ada antrean panjang saat almarhumah membeli elpiji di pangkalan langganannya.
"Saat kejadian, almarhumah sebenarnya ditawarkan untuk diantarkan gasnya. Namun, beliau memilih untuk mengambil sendiri. Saat dalam perjalanan pulang, almarhumah tiba-tiba pingsan, lalu dilarikan ke rumah sakit, dan meninggal dunia," jelas Pilar.
Lebih lanjut, Pilar menegaskan bahwa Pemkot Tangsel terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait kebijakan distribusi gas elpiji 3 kg agar lebih tertata dan tepat sasaran.
"Kami mendapat informasi bahwa pengecer boleh kembali menjual elpiji 3 kg. Kami senang karena ini bisa membantu pemerataan distribusi. Pemerintah pusat bertujuan baik untuk memastikan harga tetap stabil dan tidak terjadi penimbunan," katanya.
Pemkot Tangsel juga memastikan bahwa pasokan elpiji 3 kg tetap tersedia di lebih dari 700 pangkalan di wilayah Tangsel. Selain itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan terus memantau agar distribusi berjalan lancar dan tidak ada kendala di lapangan.
"Kami berharap masyarakat tidak panik, stok gas tetap ada, dan pemerintah akan terus memastikan distribusi yang baik agar kejadian serupa tidak terulang," tutup Pilar.
credit : rmbanten
Post a Comment